Kamis, 12 Agustus 2021

MATERI AJAR KELAS 6 TEMA 2 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 2 DAN MTK (Kamis, 12 Agustus 2021)

 MATERI AJAR KELAS 6

 

Hari/Tanggal             : Kamis, 12 Agustus 2021

Tema 2                       : Persatuan Dalam Perbedaan

Sub Tema 1              :  Rukun Dalam Perbedaan

Pembelajaran           : 2 (dua)

Muatan PB                : PKN (3.4), SBDP (3.3), MTK (3.2)

Tujuan Pembelajaran  : 


§  Setelah mengamati gambar dan membaca cerita tentang persatuan dalam perbedaan, siswa mampu menyebutkan manfaat persatuan dalam kehidupan melalui diagram dengan benar.

§  Siswa mampu menuliskan contoh tentang pengalaman hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari dan manfaatnya sebagai wujud semangat persatuan.

§  Siswa mampu menyebutkan pola lantai tariannya dengan benar.

§  Siswa mampu memenyelesaiakn operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan bulat..

 
Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat walafiyah
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa
 

 

 

Anak-anak semua, sudah  murojaah, dan sholat duha? Setelah sholat duha,menyimak tausiyah, dan murojaah, mari kita bersiap memulai pembelajaran hari ini. Mintalabantuan kepada bunda/ mama untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran ya!

Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan.

 

Ayo anak-anak sholih dan sholihah kita mulai pembelajaran hari ini..

 

TEMATIK

 

Ayo kita simak video pembelajaran berikut ini :

 


Pelangi indah karena warna yang berbeda-beda. Hidup berbangsa dan bertanah air indah jika kita hidup rukun walaupun berbeda-beda.

Bacalah teks berikut!

Perbedaan yang Menguatkan
 
Kampung Cempaka adalah sebuah kampung transmigran. Warganya berasal dari berbagai daerah padat di Pulau Jawa. Hal itu menjadikan mereka berbeda suku maupun agama.

Di Kampung Cempaka, hiduplah lima orang sahabat. Ada Asnah yang berdarah Sunda, Utami dari Banyuwangi, Toni, seorang anak etnis Tionghoa yang sebelumnya tinggal di Semarang, Wande dari suku Tengger di Jawa Timur, dan Marta, anak seorang pendeta yang dahulu tinggal di Solo. Di Kampung Cempaka, rumah mereka bersebelahan dan mereka pergi ke sekolah yang sama. Itu sebabnya mereka sangat akrab. Mereka suka bermain bersama dan sering menghabiskan waktu di rumah satu sama lain.

Meskipun berbeda suku, kebersamaan begitu kental terlihat dalam keseharian mereka. Bersama anak-anak lain di Kampung Cempaka, mereka setiap akhir minggu berkumpul di balai utama kampung. Biasanya, selain berolahraga bersama, mereka juga kerap berkeliling ke rumah warga, membantu melakukan apa saja yang dibutuhkan warga.

Kadang-kadang mereka membantu warga lanjut usia, sekadar membereskan rumah atau menyiapkan makanan. Sesekali mereka juga membantu orang tua yang sedang bekerja bakti membersihkan lingkungan. Dari Toni, mereka belajar menari Barongsai. Lalu mereka ajarkan tarian itu kepada anak-anak sekampung. Sementara itu, setiap tiba saat panen, Wande dan keluarganya akan sibuk memimpin warga membuat Tumpeng Gede, yaitu nasi khas dari daerah Tengger yang dibuat untuk mensyukuri berkah Tuhan dalam wujud panen raya.

Sikap toleransi yang ditunjukkan kelima sahabat itu memang sekadar berupa hal-hal kecil. Hal kecil dalam keseharian itulah yang mencerminkan kehidupan Bhinneka Tunggal Ika di Kampung Cempaka yang kaya akan perbedaan. Mereka hidup damai berdampingan dan tulus saling menjaga.
Perbedaan tidak menghalangi persatuan. Dengan bersatu, kita dapat melakukan banyak hal.
Rukun Dalam Perbedaan

Hidup rukun dapat kita jumpai di mana saja. Hidup rukun juga dapat kita lihat dalam kehidupan di sekitar kita misalnya saja di sekolah. Dalam satu kelas siswa memiliki latar yang berbeda-beda baik latar budaya maupun latar agama. Seperti yang terjadi di kelasku saat ini. Dari semua siswa dikelasku ternyata berasal dari daerah yang berbeda beda. Wawan berasal dari Jawa Barat, Albert berasal dari Maluku, Edison Manurung bersal dari Sumatera Utara.

Asal daerah juga berpengaruh terhadap agama yang mereka anut seperti disebutkan dii atas Wawan beragama Islam, Albet beragama Kristen, dan Edison beragama Katholik. Namun perbedaan yang ada tidak menghalangi kami untuk selalu bekerjasama dan saling membantu. Misalnya saja saat mendapat tugas kelompok kami dapat bekerja sama dengan baik. Dalam segala kegiatan kami selalu bekerjasama.

Dengan hidup rukun ternyata kita mendapatkan banyak manfaat. Beberapa manfaat yang kita peroleh diantaranya adalah komunikasi menjadi semakin baik sehingga menciptakan persatuan dan jesatuan. Kerukunan juga menambah teman dan menciptakan keharmonisan dalam bermasyarakat. Hidup rukun sangat bermanfaat dalam hidup bermasyarakat.


Bacalah teks berikut dalam hati!

Lego-Lego, Tari Adat Alor Bermakna Persatuan
Tarian adat adalah salah satu kekayaan budaya yang disampaikan secara turun-temurun dari nenek moyang. Tarian adat kerap memiliki pesan dan makna yang luhur. Salah satunya ada pada tari Lego-lego dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tarian ini ditujukan untuk mengajak masyarakatnya bersatu membangun kampung dan negeri. Pada masing-masing kawasan di Kabupaten Alor terdapat gaya tari dan nyanyian yang berbeda-beda, namun formasinya tetap sama, yakni lingkaran. Masing-masing nyayian dan pantun yang diungkapkan saat menari, memiliki arti serta harapan yang berbeda-beda. Beberapa literatur menyatakan bahwa tarian ini sempat menjadi perang. Sekarang tarian ini lebih sering digunakan untuk menyambut tamu.

Tamu disambut oleh masyarakat yang dituakan, lalu diajak menuju sebuah pohon besar yang rindang, dengan beberapa warga perempuan yang berpegangan tangan mengelilingi pohon. Tamu dipersilakan untuk ikut serta dalam tarian tersebut. Dengan gerakan kaki yang diatur sedemikian rupa, penari akan bergerak mengitari pohon. Pasa saat yang sama, sirih pinang dan minuman sopi ditawarkan. Gerakan kaki dan nyayian di masing-masing daerah bisa saja berbeda, namun bentuk formasi lingkaran dan komponen tradisional lainnya tetap sama.

Di dalam lingkaran, ada tiga lelaki yang memiliki tugas berbeda. Ada pemukul gong yang nadanya akan digunakan untuk menghitung langkah penari, kemudian ada seorang lelaki yang bernyanyi sekaligus mengucapkan pantun, dan seorang lagi bertugas membagikan sirih pinang serta minuman sopi.

Selain menjadi identitas setiap suku, tarian ini menjadi salah satu identitas pemersatu masyarakat Alor yang punya mimpi agar masyarakat dan pendatang terus bersatu membangun kampung serta negeri.

Setiap tari tradisional terdiri atas penari yang melakukan tarian secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok. Kegiatan menari lebih dari satu orang apalagi berkelompok dalam jumlah yang cukup besar membutuhkan kekompakan.

Posisi dalam menari perlu diperhatikan oleh seorang penari. Pengaturan posisi ini disebut dengan pola lantai. Seorang penari harus memperhatikan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi saat menari. Pola lantai adalah pola denah yang harus dikuasai oleh seorang penari dan berfungsi untuk membuat posisi dalam sebuah ruang gerak.

Perhatikan jenis pola lantai berikut!

Pola Lantai Vertikal (Lurus)
Tari klasik banyak menggunakan pola lantai vertikal. Penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini memberikan kesan sederhana, tetapi kuat. Contoh tari dengan pola lantai lurus adalah Tari Yospan, Papua Tari Serimpi, Jawa Tengah Tari Baris Cengkedan, Bali.
Pola Lantai Lurus

Pola Lantai Diagonal
Penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri. Contoh tari dengan pola lantai diagonal adalah Tari Gending Sriwijaya, Sumatra Selatan.
Pola Lantai Diagonal

Pola Lantai Garis Melengkung
Penari membentuk garis lingkaran. Tari rakyat dan tari tradisional banyak menggunakan pola ini. Pola lantai ini memberi kesan lemah dan lembut. Contoh tari dengan pola lantai melengkung adalah Tari Ma’badong, Toraja, Sulawesi Selatan dan Tari Randai, Sumatra Barat
Pola Lantai Garis Melengkung

Nama TarianAsal DaerahJenis Pola Lantai
Tari PiringSumatera Barat
Garis Melengkung
Tari SamanNADGaris Lurus
Tari Gending SriwijayaSumatera SelatanDiagonal
Tari PendetBaliGaris Melengkung
Tari KecakBaliGaris Melengkung
Tari SeudatiNADGaris Lurus
Tari Sekapur SirihJambiDiagonal
Tari TayubJawa BaratGaris Lurus
Tari Gandrung BanyuwangiJawa Timur
Garis Lurus
Joged BumbungBaliGaris Lurus
Tari Gareng LamenNTTGari Lurus
Tari Badong TorajaSulawesi Selatan
Garis Lurus
Tari RandaiSumatera Barat
Garis Melengkung
Tari Baris GedeBali
Garis Lurus
Tarian PerangNTTGaris Lurus
Tari RemoJawa TimurDiagonal
Tari YospanPapua
Garis Lurus
Tari Rejang DewaBali
Garis Lurus dan Melengkung
Tari Lengger BanyumasJawa Tengah
Garis Lurus

MATEMATIKA

Ayo anak-anak kita simak vide pemblajaran MTK berikut ini :
 

 

Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat

Aturan perkalian bilangan bulat:

TANDA SAMA
(1) positif x positif = positif
(2) negatif x negatif = positif

TANDA BERBEDA
(3) positif x negatif = negatif
(4) negatif x positif = negatif

Contoh:
(1) 3 x 4 = 12
(2) (-3) x (-4) = 12
(3) 3 x (-4) = -12
(4) (-3) x 4 = -12

Aturan pembagian bilangan bulat:

TANDA SAMA
(1) positif : positif = positif
(2) negatif : negatif = positif

TANDA BERBEDA
(3) positif : negatif = negatif
(4) negatif : positif = negatif

Contoh:
(1) 4 : 2 = 2
(2) -4 : -2 = 2
(3) 4 : -2 = -2
(4) -4 : 2 = -2

 

Setelah anak-anak menyimak video membelajaran dan memahami materi di atas, ayo kerjakan tugas tematik dan MTK berikut ini:

1. TUGAS TEMATIK (SBDP) KLIK DISINI
2. TUGAS MATEMATIKA KLIK DISINI
 

Laporkan hasil kerjamu, dan foto kegiatan daring hari ini dalam bentuk kolase melalui WA ke ibu guru ya. Jika ada yg belum dipahami bisa ditanyakan ke ibu guru ya..

Demikian pembelajaran hari ini, semoga ilmu yang kalian peroleh hari ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan.
 
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGAYAAN MATEMATIKA BANGUN RUANG (Rabu, 15 Desember 2021)

 PENGAYAAN MATEMATIKA        Hari/Tangga l                     :  Rabu, 15 Desember  2021     Mata Pelajaran                 :   MATEMATIKA...