Rabu, 29 Januari 2020

Materi Ajar Kelas V Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 2

Hari/tanggal : Kamis/30-01-2020

Bangsa-bangsa Eropa mulai memperkuat dan melanggengkan kekuasaannya di Indonesia. Mereka membentuk pemerintahan kolonial dengan berlaku tidak adil terhadap rakyat Indonesia.

Demi mewujudkan Semboyan 3 G, bangsa-bangsa Eropa di Indonesia membentuk pemerintahan kolonial di Indonesia, tidak lagi hanya urusan perdagangan. Pemerintahan kolonial yang mereka bentuk semata-mata hanya untuk melanggengkan dan memperluas kekuasaan mereka terhadap bangsa Indonesia. Penderitaan rakyat Indonesia pun makin bertambah. Pemerintahan kolonial melakukan penindasan-penindasan dengan membuat peraturan dan program kerja yang hanya menguntungan pihak mereka sendiri, seperti kerja paksa, tanam paksa, dan lain-lain.

A. Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris
Setelah berhasil menguasai Indonesia, pemerintah Inggris kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur di Indonesia. Raffles memulai tugasnya pada tanggal 19 Oktober 1811.

1. Kebijakan di Bidang Ilmu Pengetahuan

  1. Mengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk mengadakan berbagai penelitian ilmiah di Indonesia.
  2. Raffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia. Bunga tersebut diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.
  3. Raffles menulis buku “History of Java” dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan kebun biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari berbagai penjuru dunia.

2. Kebijakan di Bidang Ekonomi
1.Menghapus contingenten penyerahan diganti dengan sistem sewa tanah (land-rente).
2.Semua tanah dianggap milik negara. Maka, petani harus membayar pajak sebagai uang sewa.
Upaya Raffles menerapkan sistem pajak tanah mengalami kegagalan karena faktor-faktor berikut.
  1. Sulit menentukan besar kecilnya pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat mempunyai tanah yang sama.
  2. Sulit menentukan luas sempitnya dan tingkat kesuburan tanah petani.
  3. Keterbatasan pegawai-pegawai Raffles.
  4. Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.

3. Kebijakan di Bidang Pemerintahan, Pengadilan, dan Sosial
Dalam bidang ini, Raffles menetapkan kebijakan berikut:
  1. Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
  2. Setiap keresidenan mempunyai badan pengadilan.
  3. Melarang perdagangan budak.

B. Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda
Pada tahun 1595, Belanda berangkat dari Eropa di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten. Sejak pelayaran de Houtman, banyak berdiri perusahaanperusahaan dagang Belanda yang masing-masing memiliki kapal sendiri dan berlayar ke Indonesia.

1. Pembentukan VOC
Pedagang Belanda dengan didukung oleh pemerintahnya membentuk kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602. Tujuan VOC di Indonesia antara lain sebagai berikut.
  1. Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.
  2. Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
  3. Melaksanakan monopoli perdagangan rempahrempah.

2. Pengalihan Kekuasaan VOC kepada Kerajaan Belanda
Memasuki akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai merosot. Faktor internal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
  1. Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.
  2. Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.
Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
  1. Meletusnya Revolusi Prancis menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
  2. Penentangan oleh rakyat Indonesia terhadap VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.

Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W. Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise. Daendels dibebani tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris karena Inggris telah menguasai daerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda. Sebagai gubernur jenderal, langkah-langkah yang ditempuh Daendels antara lain:
  1. Meningkatkan jumlah tentara dengan cara mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia,
  2. Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,
  3. Membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon,
  4. Membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan sepanjang lebih kurang 1.100 km, dan
  5. Membangun benteng-benteng pertahanan.

Daendels menerapkan sistem kerja paksa (rodi). Daendels juga melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana dalam menghadapi Inggris, antara lain: mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa rakyat menjual hasil buminya kepada pemerintah Belanda dengan harga murah, mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi, dan menjual tanahtanah.

Pahamilah bacaan di atas!
Buatlah perbandingan pelaksanaan pemerintahan kolonial Inggris dan Belanda. Buatlah perbandingan dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!
Penjajahan Belanda

Perubahan Wujud Benda

Benda-benda di sekitar kita memiliki sifat dan ciri yang unik. Dengan memahami sifat-sifat benda, kita dapat mempelajari fenomena alam yang terjadi di sekitar kita dengan baik. Dengan memahami sifat benda, kamu tahu apa yang akan kamu lakukan ketika kamu berada di sungai, di laut, atau di danau. Dengan mengetahui sifat benda, kamu tahu apa yang akan kamu lakukan untuk mengubah bentuk benda-benda tersebut.

Meskipun hanya tiga wujud benda, tetapi ketiganya dapat mengalami perubahan wujud dengan cara yang berbeda. Perubahan wujud benda disebabkan oleh lingkungan yang berubah, misalnya suhu lingkungan yang menjadi panas atau dingin. Perubahan wujud suatu benda yang terjadi antara lain adalah peristiwa membeku, mencair, menguap, mengembun, atau menyublim.

Membeku merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda padat. Perubahan ini terjadi karena suhu di lingkungan menjadi dingin. Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0°C. Perubahan air menjadi es merupakan salah satu peristiwa yang sering dijumpai sehari-hari.

Mencair merupakan perubahan wujud benda padat menjadi benda cair akibat suhu yang panas. Beberapa peristiwa di sekitarmu mudah kamu temui untuk menunjukkan peristiwa ini. Salah satunya ialah es mencair. Menguap merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda gas. Peristiwa ini mudah dijumpai ketika ada kegiatan masak-memasak.

Poster Peristiwa Perubahan Wujud Benda
Mencair membeku dan Menguap

Perubahan wujud zat terbagi atas perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika adalah perubahan suatu zat tanpa menghasilkan zat baru. Perubahan fisika dibagi beberapa kategori antara lain penguapan yaitu perubahan wujud dari cair menjadi gas, pengembunan yaitu perubahan wujud dari gas menjadi cair, pembekuan yaitu perubahan wujud cair menjadi padat, pencairan yaitu perubahan wujud padat menjadi cair, penyubliman yaitu perubahan wujud padat menjadi gas, dan penghabluran yaitu perubahan wujud dari gas menjadi padat.

Lagu Wajib

Indonesia sangat kaya akan lagu-lagu daerah yang berasal dari seluruh provinsi yang ada. Setiap daerah memiliki lebih dari satu lagi daerah. Dengan banyaknya lagu daerah yang ada di Indonesia semakin memperkaya kebudayaan Indonesia. Selain lagu daerah ada juga lagu nasional atau yang sering disebut dengan lagu wajib. Lagu wajib atau lagu nasional wajib dan harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia . Lagu wajib atau lagu nasional mengungkapkan kebersamaan dan kebersatuaan seluruh warga negara Indonesia. Lagu wajib atau lagu nasional juga membawa identitas sebuah negara di arena internasional.

Lagu wajib untuk sebuah negara tentunya lagu yang mengungkapkan rasa patriotik, semangat perjuangan, semangat mencintai negara dan lagu yang mampu membawa identitas sebuah negara. Lagu wajib merupakan lagu yang wajib diketahui dan dihayati oleh setiap warga negara dalam rangka menanamkan sikap nasionalisme dan patriotisme. Lagu wajib mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a. lsi syairnya bersifat menanamkan sikap cinta tanah air dan nasionalisme.
b. lramanya biasanya bersifat riang dan penuh semangat.

Judul Lagu dan Pencipta
  • Andika Bhayangkari (Amir Pasaribu)
  • Api Kemerdekaan (Joko Lelono/Martono)
  • Bagimu Negeri (R. Kusbini)
  • Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak)
  • Bendera Kita (Dirman Sasmokoadi)
  • Bungaku (Cornel Simanjuntak)
  • Bendera Merah Putih (Ibu Soed)
  • Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)
  • Bhinneka Tunggal Ika (Binsar Sitompul/A Thalib)
  • Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo)
  • Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)
  • Dirgahayu Indonesiaku (Husein Mutahar)
  • Desaku (Ibu Soed)
  • Berkibarlah Bendera Negriku
  • Tanah air indonesia { E.L Pohan }
  • Garuda Pancasila (Sudharnoto)
  • Gugur Bunga (Ismail Marzuki)
  • Halo-Halo Bandung (Ismail Marzuki)
  • Hari Merdeka (Husein Mutahar)
  • Himne Kemerdekaan (Ibu Soed/Wiratmo Sukito)
  • Himne Guru (Sartono)
  • Himne Siswa (Husein Mutahar)
  • Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman)
  • Ibu Pertiwi (Lirik : Ismail Marzuki)
  • Indonesia Bersatulah (Alfred Simanjuntak)
  • Indonesia Jaya (Chaken M)
  • Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman)
  • Indonesia Subur (M Syafei)
  • Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)
  • Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak)
  • Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)
  • Jembatan Merah (Gesang)
  • Kebyar Kebyar (Gombloh)
  • Ku Pinta Lagi (Cornel Simanjuntak)
  • Karang bunga dari selatan
  • Maju Indonesia (Cornel Simanjuntak)
  • Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)
  • Mars Bambu Runcing (Kamsidi/Daldjono)
  • Mars Harapan Bangsa (Kamsidi/Daldjono)
  • Mars Pancasila (Sudharnoto)
  • Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki)
  • Mengheningkan Cipta (Truno Prawit)
  • Merah Putih (Ibu Soed)
  • Nusantara
  • Nyiur Hijau (Maladi)
  • Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  • Pahlawan Merdeka (Wage Rudolf Soepratman)
  • Pantang Mundur (Titiek Puspa)
  • Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)
  • Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)
  • Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki)
  • Serumpun Padi (Maladi)
  • Syukur (Husein Mutahar)
  • Tanah Airku (Ibu Soed)
  • Tanah Airku (Iskak)
  • Tanah Tumpah Darahku (Cornel Simanjuntak/Sanusi Pane)
  • Teguh Kukuh Berlapis Baja (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  • Terima Kasih Kepada Pahlawanku (Husein Mutahar
  • Sumpah Kita
  • Sepasang Mata Bola
 Isi Lagu Rayuan Pulau Kelapa





Uraian Isi Lagu:

Rayuan Pulau Kelapa menjelaskan tentang negeri Indonesia yang sangat elok dan pasti sangat dicintai oleh rakyatnya. Harapannya akan selalu menjadi negeri tumpah darah yang akan tetap dipuja sepanjang masa.

Indonesia adalah negeri yang aman dan makmur, negerinya dikenal dengan nama pulau kelapa yang dikenal amat subur. Juga disebut dengan pulau melati, karena keindahannya. Negeri ini menjadi pujaan seluruh bangsa di dunia karena keindahannya.  Keindahan pulau ini terlihat dari adanya pulau kelapa di pantai yang seolah menari. Bahkan para pengelana dunia membicarakan (berbisik-bisik) keindahan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGAYAAN MATEMATIKA BANGUN RUANG (Rabu, 15 Desember 2021)

 PENGAYAAN MATEMATIKA        Hari/Tangga l                     :  Rabu, 15 Desember  2021     Mata Pelajaran                 :   MATEMATIKA...